Pengumuman Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun 2023/2024
Refleksi Elaborasi - Pemikiran Ki Hadjar Dewantara
- Tuliskan satu pengalaman Anda terkait proses
pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran KHD?
Pengalaman saya berhamba pada anak: pemberian tugas disesuaikan dengan minat dan kemampuan anak atau gaya belajarnya. ketika memberikan aksi nyata suatu tugas dalam mapel saya kini membebaskan anak untuk melakukannya dalam bentuk gambar, cerita atau edit video. Selanjutnya melakukan diagnostik pribadi anak untuk mengetahui keadaan dan kebutuhan peserta didik sebelum mengajar.
- Bagaimana perwujudan ‘menuntun’ yang
saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya?
Perubahan konkret apa yang dapat saya lakukan untuk mewujudkannya?
Perwujudan ‘menuntun’ yang saya lihat dalam konteks
sosial budaya di daerah saya adalah mendampingi, membimbing atau mengemong anak
memiliki sikap HASTHALAKU dan mencintai budayanya. HASTALAKHU meliputi gotong
royong, guyub rukun, grapyak semanak (ramah), lembah manah (rendah hati), ewuh pakewuh
(saling menghormati), pangerten (saling menghargai), andhap ashor (berbudi
luhur), dan tepa selira (tenggang rasa).
Sedangkan budaya khas Solo misalnya Batik, Wayang
Orang, Batik Carnival, Sekaten, Grebeg Sudiro.
Perwujudan konkret HASTHALAKU misalnya dengan membiasakan
5S, menggunakan batik khas Solo, kegiatan piket kelas bersama, pembiasaan
karakter HASTHALAKU bergantian setiap minggunya,
Perwujudan konkret mencintai budaya khas Solo misalnya
dengan menonton video, melihat pertunjukkan, menjadi peserta kebudayaan baik
itu Batik Carnival, Sekaten, Grebeg Sudiro . Untuk budaya batik dapat
diwujudkan dengan kegiatan mengenal batik (membatik, menggambar pola batik,
menonton video, kunjungan ke pabrik batik).
- Mengapa Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman? Kodrat alam dan kodrat zaman menjadi bagian tak terpisahkan peserta didik. Dasar seorang anak dan keadaan memiliki hubungan konvergensi (saling mempengaruhi). Seorang anak lahir dengan kodrat alam ( kemampuan, bakat, potensi, keadaan) yang berbeda-beda. Mereka kemudian bertumbuh dan berproses sesuai dengan jamannya. Maka dalam mendidik, pendidik perlu mengetahui kodrat alam masing-masing anak agar dapat mendidik dengan maksimal. Selanjutnya pendidik mengenalkan, menyesuaikan dan merancang pendidikan sesuai dengan jamannya, sehingga pendidikan tersebut bersifat luwes dan dinamis.
- Apa relevansi pemikiran KHD “Pendidikan yang
berhamba pada anak” dengan peran saya sebagai pendidik?
Jawab:
Sebagai pendidik, saya memandang relevansi pemikiran KHD “ Pendidikan yang
berhamba pada anak sebagai mempunyai komitmen yang kuat untuk memberi layanan
sebaik-baiknya pada peserta didik.
Secara lebih rinci ini berarti:
-
Menomor satukan murid dalam setiap
keputusan pembelajaran yang dibuat
-
Memandang anak dengan hormat
-
Memberikan pendidikan yang seimbang
antara olah cipta, rasa, karsa, dan olah raga
-
Tidak memaksakan kehendak, namun
melihat kebutuhan, minat dan kemampuan anak
Barung Putri SDN Sondakan Wakili Kwarran Laweyan dalam Pesta Siaga Tingkat Kwarcab Surakarta 2023
Surakarta, 10 Februari 2023 – Kwartir Ranting 01 Laweyan patut berbangga atas kiprah salah satu barung terbaiknya dalam ajang Pesta Siaga Tingkat Kwartir Cabang (Kwarcab) Surakarta, yang digelar pada Kamis, 9 Februari 2023. Dalam kegiatan tersebut, Barung Putri dari SDN Sondakan (Gudep 01.031–01.032) tampil sebagai wakil resmi dari Kwarran Laweyan setelah sebelumnya sukses meraih Predikat Tergiat I Putri pada Pesta Siaga Tingkat Ranting.
Pesta Siaga tingkat kota ini diikuti oleh perwakilan barung putra dan putri dari seluruh kwartir ranting se-Kota Surakarta. Selama kegiatan berlangsung, para siaga mengikuti berbagai tantangan menarik dalam bentuk Taman-Taman Aktivitas, seperti Taman Ketaqwaan, Taman Ketangkasan, Taman Keterampilan, Taman Seni, dan Taman Pengetahuan Kepramukaan.
Barung Putri SDN Sondakan tampil dengan penuh semangat, kedisiplinan, dan kerja sama tim yang solid. Dengan pembinaan yang intensif dari para pembina Gugusdepan, anak-anak menunjukkan sikap sebagai Siaga yang ceria, patuh, dan siap sedia.
Ketua Kwarran Laweyan, Kak Tyas, mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya kepada seluruh peserta dan pembina. “Kami mengucapkan terima kasih atas semangat dan kerja keras Barung Putri SDN Sondakan. Semoga ini menjadi motivasi bagi gugusdepan-gugusdepan lain di wilayah Kwarran Laweyan untuk terus aktif dan berprestasi,” ujarnya.
Kwarran 01 Laweyan berkomitmen mendukung penuh kegiatan pembinaan Pramuka Siaga sebagai pondasi awal pembentukan karakter generasi muda yang tangguh, mandiri, dan cinta tanah air.
Selamat kepada Barung Putri SDN Sondakan atas pencapaiannya, dan teruslah membawa semangat Siaga yang Trengginas dan Ceria!
Apapun hasilnya kalian di hati kami.











